Meaning of the Elements of 'Commendable Attitudes and Actions' for Convicts as the Basis for Changing Death Penalties to Life Imprisonment Penalties Based on Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code
Viewed = 0 time(s)
Abstract
In the year 2023, Indonesian national code was legalized. Inside the new KUHP, there is a chapter 100 that regulates the decline of death penalty to life imprisonment on a 10 (ten) year probation that must qualify as “attitude and deed”. It can cause uncertainty about the law because to date there are no standards or standards used to judge attitudes and good deeds. Therefore, this article will discuss an analysis of the “attitude and good deed” of the penal code as the basis for death penalty to life imprisonment and the law enforcement analysis of the conditions of attitude and good deed in article 100 of penal law 2023. The study was a normative-juridicial investigation that centered on regulations of legislation, principles and laws, The data he’s using is. Primary law and secondary law material. Therefore, the study results in the implemantation of attitude and commendable actions must be explained in detail and governments must establish executive regulations against reducing death penalty to life imprisonment in order to ensure legal certainty.
References
Achmad, Ruben. (2017). Hakekat Keberadaan Sanksi Pidana Dan Pemidanaan Dalam Sistem Hukum Pidana. Legalitas: Jurnal Hukum, 5(2), 79–104.
Bahiej, Ahmad. (2012). Arah dan Tujuan Pemidanaan dalam Hukum Pidana Nasional Indonesia. Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 1(2).
Benuf, Kornelius, & Azhar, Muhamad. (2020). Metodologi penelitian hukum sebagai instrumen mengurai permasalahan hukum kontemporer. Gema Keadilan, 7(1), 20–33.
Dewi, Ni Komang Ratih Kumala. (2020). Keberadaan Pidana Mati Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 6(1), 104–114.
Hutapea, Bungasan. (2016). Kontroversi Penjatuhan Hukuman Mati Terhadap Tindak Pidana Narkotika dalam Perspektif Hukum dan Hak Asasi Manusia. Jakarta Selatan: Percetakan Pohon Cahaya.
Irmawanti, Noveria Devy, & Arief, Barda Nawawi. (2021). Urgensi tujuan dan pedoman pemidanaan dalam rangka pembaharuan sistem pemidanaan hukum pidana. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 3(2), 217–227.
Julyano, Mario, & Sulistyawan, Aditya Yuli. (2019). Pemahaman terhadap asas kepastian hukum melalui konstruksi penalaran positivisme hukum. Crepido, 1(1), 13–22.
Khairudin, Khairudin, Oksep, Adhayanto, & Ayu, Efritadewi. (2020). Aspek Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Korupsi Dana Desa (Studi Kasus Putusan Nomor: 32/PID. SUS-TPK/2017/PN. TPG). Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Khalid, Afif. (2014). Penafsiran hukum oleh hakim dalam sistem peradilan di Indonesia. Al-Adl: Jurnal Hukum, 6(11).
Latumaerissa, Denny. (2014). Tinjauan Yuridis Tentang Penerapan Ancaman Pidana Mati Dalam Tindak Pidana Korupsi. Sasi, 20(1), 8–18.
Linda Susiana. (2023). Penelitian Deskriptif Analitis. Retrieved from https://www.academia.edu/7215999/Penelitian_Deskriptif_Analitis,
Manullang, E. Fernando M. (2019). Penafsiran Teleologis/Sosiologis, Penafsiran Purposive dan Aharon Barak: Suatu Refleksi Kritis. Veritas et Justitia, 5(2), 262–285.
MuIksan, Muchamad. (2017). Asas Legalitas Dalam Hukum Pidana: Studi Komparatif Asas Legalitas Hukum Pidana Indonesia Dan Hukum Pidana Islam (Jinayah). Serambi Hukum, 11(01), 1–26.
Puguh Wiyono. (2022). Hukuman Mati Dalam Rancangan KUHP. Retrieved April 1, 2023, from https://sulsel.kemenkumham.go.id/berita-kanwil/berita-utama/8014-hukuman-mati-dalam-rancangan-kuhp
Soeroso, R. (2006). Pengantar Ilmu Hukum, PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Supena, Cecep Cahya. (2022). MANFAAT PENAFSIRAN HUKUM DALAM RANGKA PENEMUAN HUKUM. MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 8(2), 427–435
Copyright (c) 2023 Edward Septian Nugraha, Rahel Octora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
https://doi.org/10.35877/454RI.daengku1741


